Umroh

Umroh
Lagi santai di depan Ka'bah

Asmaul Husna

Jay, Elisa dan Michael

Jay, Elisa dan Michael
Melbourn Deakin University

Wisuda S2 UGM Jogja 2009

Wisuda S2 UGM Jogja 2009

di Singapore 6 Januari 2009

di Singapore 6 Januari 2009

Followers

Berita

Lagu Ayat-Ayat Cinta

Minggu, Agustus 22, 2010

Sabtu, Juli 31, 2010

Prinsip Dasar dalam Metode Mengajar

Prinsip Dasar dalam Metode Mengajar
Mengajar adalah suatu seni. Guru yang cakap mengajar dapat

merasakan bahwa mengajar Sekolah Minggu adalah suatu hal yang menggembirakan,
yang membuatnya melupakan kelelahan. Selain itu guru juga dapat mempengaruhi
muridnya melalui kepribadiannya. Guru yang ingin murid-muridnya mengalami
kemajuan, perlu mengadakan pengamatan dan penelitian terhadap teori dan praktek
mengajar sehingga ia dapat terus-menerus meningkatkan cara mengajar. Sepuluh
jenis prinsip dasar dalam cara mengajar yang disajikan di bawah ini, dapat
dipakai sebagai petunjuk oleh para guru Sekolah Minggu guna meningkatkan cara
mengajar mereka.





Menguasai Isi Pengajaran



Hukum yang pertama dalam teori “Tujuh Hukum Mengajar” dari John Milton Gregory berbunyi: “Guru harus mengetahui apa yang diajarkan.” Jika guru sendiri mengetahui dengan jelas inti pelajaran yang akan disampaikan, ia dapat meyakinkan murid dengan wibawanya, sehingga murid percaya apa yang dikatakan guru, bahkan merasa tertarik terhadap pelajaran.



Mengetahui dengan Jelas Sasaran Pengajaran



Pengajaran yang jelas sasarannya membuat murid melihat dengan jelas inti dari pokok pelajaran itu. Mereka dapat menangkap seluruh liputan pelajaran, bahkan mengalami kemajuan dalam proses belajar. Empat macam ciri khas yang harus diperhatikan pada saat memilih dan menuliskan sasaran pengajaran:



  1. Inti dari sasaran harus

    disebutkan dengan jelas.
  2. Ungkapan penting dari

    sasaran harus bertitik tolak dari konsep murid.
  3. Sasaran harus meliputi

    hasil belajar.
  4. Hasil sasaran yang dapat

    dicapai. Contoh:
    1. Murid mengetahui dengan

      jelas hal-hal yang terjadi pada waktu perjalanan PI Paulus yang pertama

      kali.
    2. Murid memahami inti sari

      keselamatan atau dilahirkan kembali.
    3. Murid sudah dapat

      mempelajari pelajaran mengampuni orang lain.
    4. Murid dapat menguasai

      tehnik ber-PI pribadi.



Contoh-contoh di atas telah menjelaskan empat macam hasil

belajar yang berbeda: pengetahuan, pengertian, sikap, dan ketrampilan. Utamakan

Susunan yang Sistematis



Pengajaran yang tidak bersistem bagaikan sebuah lukisan yang

semrawut, tidak memberikan kesan yang jelas bagi orang lain. Tidak adanya inti,

tidak tersusun, tidak sistematis, akan sulit dipahami dan sulit diingat. Oleh

sebab itu inti pengajaran harus disusun dengan teratur dan sistematis.



Banyak Gunakan Contoh Kehidupan



Pada saat Yesus mengajar, Ia sering menggunakan contoh atau

perumpamaan kehidupan sehari-hari, misalnya dalam khotbah di atas bukit, Ia

telah menggunakan contoh-contoh sebagai berikut:



  1. Keadaan alam (Mat 5:45-46)
  2. Tumbuh-tumbuhan dan

    binatang (Mat 6:26-30)
  3. Organ tubuh manusia (Mat 5:29-30).
  4. Kehidupan sehari-hari (Mat 7:9-11)
  5. Proyek bangunan (Mat 7:24-27)
  6. Hukum pemerintah (Mat 5:23-26)
  7. Kehidupan beragama (Mat 6:5-8)



Contoh kehidupan adalah jembatan antara kebenaran Alkitab

dengan kehidupan yang nyata, yang membuat teori tidak terpisahkan dari

kehidupan. Cakap Menggunakan Bentuk Cerita



Bentuk cerita tidak hanya diutarakan dengan kata-kata, namun

juga boleh dicoba dengan menambahkan gerakan-gerakan, yang memperdalam kesan

murid. Bentuk yang paling lazim adalah menggunakan perumpamaan untuk

menjelaskan kebenaran.



Menggunakan Panca Indera Murid



Penggunaan bahan pengajaran yang berbentuk audio visual

berarti menggunakan panca indera murid. Bahan pengajaran audio visual bukan

saja cocok untuk Sekolah Minggu anak-anak, juga untuk Sekolah Minggu pelbagai

usia. Ensiklopedia adalah buku yang sering dipakai oleh para ilmuwan, namun di

dalamnya terdapat banyak penjelasan yang menggunakan gambar-gambar. Itu berarti

bahwa para ilmuwan pun perlu bantuan gambar untuk mengadakan penelitian.

Para ahli pernah mengadakan catatan statistik selama 15

bulan, sebagai hasilnya mereka mendapatkan persentase dari isi pelajaran yang

masih dapat diingat oleh murid: bagi murid yang hanya tergantung pada indera

pendengaran saja masih dapat mengingat 28%, sedangkan bagi murid yang

menggunakan indera pendengaran ditambah dengan indra penglihatan dapat

mengingat 78%.



Melibatkan Murid dalam Pelajaran



Melibatkan murid dalam pelajaran dapat menambah ingatan

mereka, juga motivasi dan kegemaran mereka. Cara itu dapat menghilangkan

kesalahpahaman yang mungkin terjadi ditengah pertukaran pikiran antara guru dan

murid, selain mengurangi tingkah laku yang mengacau. Misalnya: biarkan murid

menggunakan kata-katanya sendiri untuk menjelaskan argumentasi atau

pendapatnya; biarlah murid menggali dan menemukan hubungan antar konsep yang berbeda,

biarlah murid bergerak sebentar. Jika murid sibuk melibatkan diri dengan

pelajaran, maka tidak ada peluang lagi untuk mengacau atau membuat ulah.



Menguasai Kejiwaan Murid



Guru yang ingin memberikan pelajaran yang sesuai dengan

kebutuhan murid, tentu harus memahami perkembangan jiwa murid pada setiap usia.

Ia juga harus mengetahui dengan jelas kebutuhan dan masalah pribadi mereka.

Pengertian antara guru dan murid adalah syarat utama untuk komunikasi timbal

balik. Komunikasi yang baik dapat membuat penyaluran pengetahuan menjadi lebih

efektif.



Gunakanlah Cara Mengajar yang Hidup



Sekalipun memiliki cara mengajar yang paling baik, namun jika

terus digunakan dengan tidak pernah diubah, maka cara itu akan hilang

kegunaannya dan membuat murid merasa jemu. Cara yang terbaik adalah menggunakan

cara mengajar yang bervariasi dan fleksibel, untuk menambah kesegaran.



Menjadikan Diri Sendiri Sebagai Teladan



Masalah umum para guru adalah dapat berbicara, namun tidak

dapat melaksanakan. Pengajarannya ketat sekali, namun kehidupannya sendiri

banyak cacat cela. Cara mengajar yang efektif adalah guru sendiri menjadikan

diri sebagai teladan hidup untuk menyampaikan kebenaran, dan itu merupakan cara yang paling berpengaruh. Kewibawaan seseorang terletak pada keselarasan antara teori dan praktek. Jikalau guru dapat menerapkan kebenaran yang diajarkan pada kehidupan pribadinya, maka ia pun memiliki wibawa untuk mengajar.




Smart Click

Jumat, Juli 23, 2010

Cara Berfikir Orang Kaya dan Orang Miskin

Cara Berfikir Orang Kaya dan Orang Miskin


Ini perbedaan cara berpikir orang kaya dan orang miskin tentang uang :

Cara Berpikir tentang Tabungan :

Orang miskin meletakkan uangnya paling banyak di tabungan yang aman resikonya, di gedung yang besar dan paling banyak orang meletakkan uangnya. Sedangkan orang kaya meletakkan uangnya paling banyak di tempat yang tidak banyak diketahui orang lain, tempat yang mempunyai resiko, tempat berinvestasi.

Cara Berpikir tentang pengeluaran dan pemasukan :

Orang Miskin lebih condong untuk mengecilkan pendapatan, Orang kaya lebih condong untuk memperbesar pendapatan. Orang miskin melihatnya dari seberapa besar pendapatannya, lalu menekan pengeluarannya. Sedang orang kaya melihat dari sisi pengeluarannya, lalu memperbesar pendapatannya.

Cara berpikir tentang Bagaimana bekerja sama dengan Uang :

Orang miskin bekerja keras demi uang, Orang Kaya berusaha keras membuat uang bekerja untuk mereka dengan menempatkan uang pada instrumen-instrumen bisnis dan investasi yang menghasilkan uang untuk mereka. akhirnya orang miskin bertambah uangnya, namun waktunya juga bertambah habis, sedangkan orang kaya bertambah uangnya dan waktunya makin bertambah luang.

Cara berpikir tentang Uang tambahan :

Ketika mendapatkan uang tambahan seperti THR, orang miskin akan langsung menggunakannya untuk membeli barang-barang konsumtif, karena menganggapnya sebagai rezeki dadakan. Orang kaya akan menempatkan uang tersebut pada investasi tertentu, sehingga bunga nya lah yang baru akan digunakan untuk membeli sesuatu.

Orang miskin membeli dengan aktif income, Orang kaya membeli dengan pasif income.

Orang miskin mengumpulkan liabilitas, Orang kaya mengumpulkan aset.

Orang miskin berhutang buruk, Orang kaya berhutang baik.

Orang miskin mengejar kenikmatan sekarang, orang kaya menunda kenikmatan sekarang (tentang uang loh…. )..

ORANG MISKIN ketika membaca blog ini cepat menutup kembali blog ini dan tidak berkunjung lagi, Sedangkan…

ORANG KAYA ketika membaca blog ini, membaca banyak dan mereferensikan tentang blog ini pada teman-temannya..(orang kaya suka berbagi, dan menjadi kaya karena berbagi), dan sering mengunjungi blog ini agar menjadi bertambah kaya…

Kamis, Juni 10, 2010

JILBAB BUKAN KEWAJIBAN?

Jilbab selama yang kita kenal sudah menjadi ijtima' para ulama tentang kewajibannya. Perintah menggunakan jilbab termaktub dalam Al Qur'an dan hadits. Namun menarik untuk diungkapkan pendapat berbeda dari seorang intelektual mesir dan ahli dalam perbandingan hukum Islam yang juga pernah menjadi hakim agung. Ia bernama Muhammad Sa’id al-Asymawi. Beliau seorang penulis. Tulisannya mengenai jilbab terdapat dalam kitabnya Haqiqat al-Hijab wa Hujjiyyat al-Hadits (2002).
Menurut Asymawi, jilbab sesungguhnya adalah alasan etika universal, yakni tentang kesopanan dan kehormatan. Bahwa ukuran kesopanan dan kehormatan tidak hanya dari satu sudut pandang, yaitu jilbab saja , akan tetapi kesopanan dan kehormatan lebih kepada sikap dan bukan penampakan fisik.
Asbabun nuzul surat Al Ahzab 59 penting disebutkan, “Saat itu, kaum perempuan pada zaman Nabi sering keluar ke padang pasir untuk buang hajat (air besar). Sehingga banyak kaum lelaki yang menyakini mereka sebagai pekerja seks (PS) atau budak perempuan, karena tidak adanya tanda-tanda khusus bagi perempuan merdeka dalam hal pakaian. Maka sebagian mereka mengadukan hal ini kepada Nabi Saw “Karena sebab itulah ayat berjilbab itu diwahyukan.
Menurut Asymawi, aturan atau perintah berjilbab bagi perempuan sesungguhnya bersifat temporal. Artinya, jilbab menjadi “perintah wajib”pada waktu Nabi Saw saja dengan alasan-alasan (illah) tertentu. Dengan alasan tersebut maka menurut Asymawi, saat ini alasan itu sudah tidak relevan lagi.
Menurutnya lagi, hijab (penutup kepala) bukanlah kewajiban yang diwajibkan agama (prinsip syari’at). Dalam kenyataannya, hijab adalah simbol politik. Menurutnya, hakikat hijab adalah pengendalian diri dari syahwat, dan pembentengan diri dari dosa-dosa, tanpa terkait dengan pakaian atau gaun tertentu (ziyy muáyyan aw libas khash). Hijab merupakan contoh syari’at temporal (tasyri’ waqti), atau syari’at yang didasarkan pada waktu tertentu (li qashd al-waqti).
Ásymawi juga membedakan antara hijab (QS. As-Sajdah [32]: 53), khimar (QS. an-Nur [24]:31) dan jilbab (QS. Al-Ahzab [33]: 59). Penamaan jilbab, di beberapa tempat bermacam-macam; sebagian dengan rida’ (sorban), sebagian lagi dengan khimar (kerudung, tapi lebih besar ukurannya), dan yang lain dengan qina’ (penutup muka atau topeng).
Dalam tradisi masyarakat Islam Indonesia, nampaknya tidaklah demikian dalam proses dan anggapannya. Hijab lebih sering digunakan hanya untuk memisahkan ruangan, khususnya antara lelaki dan perempuan agar tidak bertatap muka. Khimar sejak dulu dipahami sebagai kerudung. Dengan perkembangan mutakhir, mode, barangkali hanya jilbab saja yang lebih dikenal hingga kini. Pakaian berjilbab nya pun satu dengan yang lain berbeda-beda.
Terkait dengan itu, asbab an-nuzul ayat-ayat tersebut penting disebutkan, “Saat itu, kaum perempuan pada zaman Nabi sering keluar ke padang pasir untuk buang hajat (air besar). Sehingga banyak kaum lelaki yang menyakini mereka sebagai pekerja seks (PS) atau budak perempuan, karena tidak adanya tanda-tanda khusus bagi perempuan merdeka dalam hal pakaian. Maka sebagian mereka mengadukan hal ini kepada Nabi Saw “Karena sebab demikian, ayat berjilbab itu diwahyukan.
Komentar Asymawi dari ayat tersebut, “Jika para ahli fiqh menetapkan kaidah al-hukm yadur maá íllah wujudan wa ádaman, hilanglah íllah dalam hukum memanjangkan jilbab (yudnin álaihinna min jalabibihinna) dalam ayat tersebut, sebab telah maraknya kamar mandi (WC) di rumah-rumah, dan tidak adanya diskriminasi perempuan karena urusan pakaian. Ini menyebabkan tidak berlakunya lagi hukum tersebut.
Jilbab merupakan hukum temporal (sewaktu-waktu) yang terkait dengan kondisi tertentu (masa Nabi). Jika kondisi tersebut sudah hilang dan berubah, maka kewajiban memanjangkan jilbab ini juga sudah tidak berlaku.”
Hal ini, mirip dengan asbab an-nuzul dari ayat tentang hijab di atas, yang dikhususkan untuk para isteri Nabi. Saat itu, Úmar ibn Khattab usul kepada Nabi; “Ya Rasulallah, isteri-isterimu banyak didatangi orang, dari orang yang baik ataupun yang jahat (fajir) untuk berbagai keperluan. Tidakkah lebih baik sekiranya Engkau perintahkan mereka untuk memasang hijab?”Dari usul Úmar itulah ayat tersebut diturunkan. Berangkat dari sini pula, syariáh hijab dan berjilbab ditetapkan.
Menurutnya Asymawi, di antara alasan yang penting dikemukakan lagi tentang jilbab sesungguhnya adalah alasan etika universal, yakni tentang kesopanan dan kehormatan. Bahwa ukuran kesopanan dan kehormatan tidak hanya dari satu sudut pandang, yaitu yang diwakili jilbab, akan tetapi kesopanan dan kehormatan lebih kepada sikap dan bukan penampakan fisik.
lebih dari yang dikatakan Ásymawi tersebut, dalam sejarah Islam sendiri juga pernah diceritakan bahwa jilbab bukan hanya dipakai oleh perempuan, tapi juga lelaki. Bahkan Rasulullah Saw pernah memakai jilbab. Hal ini seperti dikemukan Fadwa El Guindi dari temuan penelitian lapangannya tentang gerakan Islam di Mesir tahun 1970-an. Temuan menarik itu berasal dari data etnografis, historis, dan lintas kultural yang ditulis dalam Veil: Modesty, Privacy, and Resistence (Jilbab: Antara Kesalehan, Kesopanan, dan Perlawanan, 2003). Teksnya diambil dari Shahih Bukhari, sebagai kumpulan Hadits Nabi termasyhur yang menyebutkan bahwa pada suatu waktu Nabi mendatangi rumah Abu Bakr dengan menggunakan qina’ (menutup muka, mutaqannián). Temuan lainnya, sejumlah lelaki Arab pra-Islam yang dikenal dengan dzu khimar. Lelaki itu adalah al-Aswad al-Ánsi dan Áuf ibn Rabi’ ibn dzi al-Ramahayn. Dikenal sebagai dzu khimar, karena ia bertempur sambil mengenakan jilbab istrinya dan selalu menang. Pada suatu saat, ketika seseorang roboh dalam pertempuran, ada yang bertanya, “siapa yang menyerangmu?” jawabnya, orang berjilbab itu”.
Terlepas dari perdebatan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri dari fenomena jilbab sekarang ini nampaknya tidak hanya berasal dari pemahaman yang berangkat dari teks, tetapi juga dari ekspresi sebuah realitas. Fakta terakhir munculnya kaum perempuan yang memakai jilbab dengan alasan sebagai solidaritas dan bentuk perlawanan. Ini artinya sebagian orang tetap memahami jilbab dengan melihat konteks (siyaq) atau fenomena (waqi’íyyah) sosial kemasyarakatan yang dinamis, dan sebagian lain memahaminya secara tekstual.
Dalam konteks pemahaman jilbab dalam Islam inipun, yang penting diingat adalah bahwa pilihan jilbab adalah pilihan perempuan. Terlepas apakah jilbab dimaknai dan percayai oleh perempuan tadi sebagai tasyri’, sebagai identitas dirinya, sebagai solidaritas, sebagai bentuk perlawanan, ataupun atas dasar keyakinannya bahwa jilbab memang perintah al-Qur’an. ] (Wallahu a’lam)

sumber : www.rahima.or.id

CARA MUDAH MENENTUKAN ARAH KIBLAT

Tuesday, May 25th, 2010 at 22:33
Kenangan indah yang tak terlupakan dengan Masjid Agung Sumedang, ketika pada waktu kecil “ngabuburit” di alun-alun dan buka puasa bersama di masjid.
Terakhir pada tahun 1993, ikut bersama-sama dengan calon jemaah haji kloter Sumedang melakukan manasik, pada waktu itu kondisi Masjid Agung rasanya masih belum direnovasi seperti sekarang ini.
Seiring dengan berjalannya waktu, kini Masjid Agung Sumedang sudah mengalami renovasi dan pengembangan yang lebih luas. Namun sekarang bila berkunjung ke dalam Masjid Agung tersebut rasanya ada sedikit perasaan janggal, karena konstruksi dan arsitektur bangunan Masjid itu ternyata tidak searah dengan Kiblat. Pertanyaannya tentu adalah sbb: “Apakah dulu waktu dibangunnya Masjid tersebut tidak diarahkan ke Kiblat atau tidak tahu cara mengarahkan Kiblat yang benar  Hanya saja yang perlu dipahami perbedaan hasil perhitungan tersebut karena beberapa faktor, diantaranya cara penentuan arah, peralatan yang digunakan, dan data geografis ka’bah. Data geografis ka’bah yang berkembang di masyarakat adalah sebagai berikut.

Data Geografis Ka’bah

No Sumber Data Lintang Bujur

1 Atlas PR Bos 38 21º 31´ LU 39º 58´ BT

2 Mohammad Ilyas 21º LU 40º BT

3 Saadoe’ddin Djambek (1) 21º 20´ LU 39º 50´ BT

4 Saadoe’ddin Djambek (2) 21º 25´ LU 39º 50´ BT

5 Nabhan Masputra 21º 25´ 14,7 LU 39º 49´ 40″ BT

6 Ma’shum bin Ali 21º 50´ LU 40º 13´ BT

7 Google Earth 21º 25´ 21,2 LU 39º 49´ 34″ BT

8 Monzur Ahmed 21º 25´ 18 LU 39º 49´ 30″ BT

9 Ali Alhadad 21º 25´ 23,2 LU 39º 49´ 38″ BT

10 Gerhard Kaufmann 21º 25´ 21,4 LU 39º 49´ 34″ BT

11 S. Kamal Abdali 21º 25´ 24 LU 39º 49´ 24″ BT

12 Muhammad Basil at-Ta’i 21º 26´ LU 39º 49´ BT

13 Mohammad Odeh 21º 25´ 22 LU 39º 49´ 31″ BT

Faktor lain yang tak kalah penting adalah “tidak adanya berita acara penentuan arah kiblat”. Sehingga tidak dapat dikomparasikan antara proses pengukuran terdahulu dengan sekarang.

RASDUL QIBLAH adalah solusinya.

Kesempatan yang sangat tepat untuk mengetahui secara persis arah kiblat adalah saat posisi matahari berada tepat di atas ka’bah (Rasdul Qiblah). Posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah akan terjadi ketika lintang Ka’bah sama dengan deklinasi matahari, pada saat itu matahari berkulminasi tepat di atas Ka’bah. Dengan demikian arah jatuhnya bayangan benda yang terkena cahaya matahari itu adalah arah kiblat.

Dalam 1000 tahun terakhir, sejumlah matematikawan dan astronom Muslim seperti Biruni telah melakukan perhitungan yang tepat untuk menentukan arah kiblat dari berbagai tempat di dunia. Seluruhnya setuju bahwa setiap tahun ada dua hari dimana Matahari berada tepat di atas Ka’bah, dan arah bayangan matahari dimanapun di dunia pasti mengarah ke Kiblat. Peristiwa tersebut terjadi setiap tanggal 28 Mei pukul 9.18 GMT atau pukul 11.57 LMT (Waktu Mekah) dikonversi menjadi waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) maka harus ditambah dengan 4 jam 21 menit sama dengan pukul (16.18 WIB ) dan 16 Juli jam 9.27 GMT atau pukul 12.06 LMT (16.27 WIB) untuk tahun biasa. Sedang kalau tahun kabisat, tanggal tersebut dimajukan satu hari, dengan jam yang sama.

Penentuan arah kiblat menggunakan bayangan matahari ini merupakan cara yang paling sederhana dan bebas hambatan. Penentuan dengan kompas masih bisa diganggu oleh pengaruh medan magnet. Dengan demikian arah mata angin yang ditetapkan berdasar jarum kompas, belum tentu menentukan arah yang sebenarnya.

Nah.., dari penjelasan tersebut di atas, dapat mudah dipahami dan dilakukan pengecekan oleh siapa pun baik untuk rumah maupun di masjid-masjid lainnya di seluruh Indonesia, dengan cara sbb:

Arah Bayangan

Pada saat nanti bertepatan tanggal 28 Mei 2010, pada jam 16.18 WIB atau pada tanggal 16 Juli 2010 jam 16.27 WIB, berdirikanlah sebatang galah setinggi 2-3 m, ditempat yang tersinari oleh Matahari. Pada jam tersebut itulah arah bayangan dari galah adalah merupakan arah Kiblat yang benar.
Untuk supaya tidak lupa, arah bayangan pada jam tersebut di atas, segera ditarik garis dengan menggunakan benang / tali yang diikatkan pada bagian bawah yang menempel ke tanah (seperti gmb).
Sejajar dengan garis itulah maka nantinya yang akan dijadikan pedoman arah Kiblat tsb. Untuk pengecekan arah Kiblat di Masjid Agung Sumedang, rencananya dari team “Yayasan Sumedang Makalangan” akan bersama-sama melakukan “cross-check” dengan DKM dan MUI Kab.Sumedang pada waktu tersebut di atas, guna menepis kekhawatiran Umat terhadap arah Kiblat tersebut.
Pedoman tersebut di atas, sesuai dengan sumber / reference dari : Prof. Dr. H. Susiknan Azhari, M.A. Direktur Pusat Studi Falak Muhammadiyah dan Guru Besar Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta Wikipedia-Indonesia.

Wa Allahu a’lam bi as-Sawab…!

Salam Sono ti Urang Wado (Ir.H.Surahman,M.Tech,M.Eng.MBA)

Jumat, Mei 28, 2010

Bertafakur


Di dalam Al-Qur`an dijelaskan bahwa orang-orang yang ingkar kepada Allah swt. adalah orang yang tidak mengenal ataupun menyadari adanya tanda-tanda Allah. Yang membedakan seorang muslim dengannya adalah kemampuannya untuk melihat tanda-tanda tersebut dan bukti-buktinya. Dia tahu bahwa semua ini tidak diciptakan dengan sia-sia dan dia pun dapat menyadari kekuatan serta keagungan seni Allah di mana pun dan mengetahui cara memuja-Nya. Dialah yang termasuk orang yang berakal.




“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imran: 191)



Pada beberapa ayat Al-Qur`an, ungkapan seperti “tidakkah kamu perhatikan?”, ”terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal” menekankan pentingnya bertafakur melihat tanda-tanda keberadaan Allah. Allah menciptakan banyak hal yang tiada putus untuk direnungi. Setiap yang di langit dan di bumi serta di antara keduanya adalah ciptaan Allah swt. dan yang demikian itu menjadi renungan untuk orang yang berpikir. Salah satu ayat memberikan contoh tentang ketuhanan Allah,



“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (an-Nahl: 11)



Kita dapat merenungi sejenak tentang ayat di atas, yaitu tentang pohon kurma. Kurma tumbuh dari biji yang sangat kecil (ukuran biji tidak lebih dari 1 cm3). Dari biji ini tumbuh sebatang pohon dengan panjang mencapai 4-5 m dan beratnya bisa mencapai ratusan kilo gram. Satu hal yang diperlukan biji tersebut untuk dapat mengangkat beban yang berat ini adalah tanah di mana ia tumbuh.

Bagaimana sebutir biji mengetahui cara membentuk sebuah pohon? Bagaimana biji tersebut “berpikir” untuk melebur dengan senyawa tertentu di dalam tanah untuk menciptakan kayu? Bagaimana dia meramalkan bentuk dan struktur yang dibutuhkan? Pertanyaan terakhir ini sangat penting karena ia bukanlah sebatang pohon sederhana yang keluar dari sebutir biji. Dia adalah organisme hidup yang kompleks dengan akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah, dengan urat dan cabang-cabang yang diatur dengan sempurna. Seorang manusia akan menemui kesulitan untuk menggambarkan dengan tepat sebuah bentuk pohon, ketika secara kontras sebutir biji yang sederhana dapat menghasilkan sebuah benda yang kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah.

Pengamatan ini menyimpulkan bahwa biji tersebut sangat pandai dan bijaksana, bahkan melebihi kita, atau lebih tepatnya, ada kepandaian yang menakjubkan pada sebutir biji. Akan tetapi, apa sumber kepandaian tersebut? Bagaimana mungkin sebutir biji memiliki kepandaian dan ingatan sedemikian rupa?

Tidak diragukan lagi, pertanyaan ini memiliki jawaban yang sederhana: biji tersebut diciptakan dan diberi kemampuan membentuk sebuah pohon dengan program untuk proses selanjutnya. Setiap biji di bumi diarahkan oleh Allah swt. dan tumbuh dengan ilmu-Nya. Pada salah satu ayat dikatakan,



“Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (al-An’aam: 59)



Dialah Allah yang menciptakan biji-bijian dan membuatnya bersemi menjadi sebuah tanaman baru. Dalam ayat lain dikatakan,



“Sesungguhnya, Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?” (al-An’aam: 95)



Biji-bijian ini merupakan salah satu dari sejumlah tanda-tanda ciptaan Allah swt. di alam ini. Jika manusia mulai berpikir tidak hanya dengan akal mereka, tetapi juga dengan hati mereka dan bertanya sendiri, “mengapa dan bagaimana”, mereka akan mampu memahami bahwa semua yang ada di alam ini merupakan bukti keberadaan dan kekuasaan Allah.

Selasa, Mei 25, 2010

7 Bencana Mengancam Bumi!

INILAH.COM, Jakarta- Gunung berapi bukanlah satu-satunya sumber yang bisa menimbulkan bencana besar pada 2012. Masih ada potensi yang tidak dapat diprediksi dan bisa mengejutkan.


Cuaca Matahari. Setiap beberapa hari, variasi di magnet matahari akan menciptakan badai besar yang dikenal sebagai coronal mass ejection (CME). “Benda ini mengeluarkan miliaran ton partikel dengan kecepatan di atas 8 juta kilometer per jam,” kata Pal Brekke dari Norwegian Space Centre di Oslo. Dan semakin sering, cuaca matahari mengganggu jalur kita.

Pada bulan Maret 1989, CME besar menerjang bumi bagian utara dan melemparkan aliran listrik 1500 Gigawatt (25 kali jumlah jaringan listrik nasional Inggris) ke atmosfir bumi. Jaringan listrik di Kanada terbakar, dan 6 juta orang terpaksa kehilangan sumber listrik sekitar 9 jam.

“Jangka waktu pemadaman listrik yang sangat panjang mungkin masuk akal,” kata John Kapperman dari Metatech Corporation, wakil pemerintah AS yang menyelidiki dampak badai matahari yang parah.

Infrastruktur yang berada di gerbang kritis seperti air minum, ketersediaan makanan dan obat-obatan, pengolahan limbah, transportasi dan komunikasi, semua akan lumpuh selama beberapa hari.

“Ironisnya, ini paling mungkin terjadi di negara yang paling maju dengan kekuatan listrik yang memiliki paling banyak koneksi, sehingga terkena dampak paling parah,” kata Kappenman.

Dampak Asteroid. Pada 30 Juni 1908, asteroid berukuran 30 meter diperkirakan telah terhempas di sungai Tunguska, Siberia. Ledakan yang setara dengan 2 megaton TNT ini sebabkan gelombang mengagetkan dan meratakan hutan seluas 400 mil persegi serta membunuh beberapa rusa dan hewan-hewan lain. Jika ada asteroid yang hampir sama menabrak wilayah berpenduduk padat kerusakan dipastikan akan sangat besar.

Pembalikan Medan Magnet. Meskipun begitu jarang, perubahan di inti bumi berarti terjadi perubahan magnet bumi, utara menjadi selatan dan selatan menjadi utara. Perubahan terakhir pada 780 ribu tahun lalu, dan tampaknya akan ada tanda bahwa ini akan muncul secepatnya.

“Kekuatan dari medan magnet bumi telah meningkat sekitar 8% selama 150 tahun terakhir,” kata Nils Olsen dari Denmark National Space Institute. “Di beberapa wilayah telah meningkat sekitar 10% dalam kurun waktu 20 tahun.”

Gempa Bumi. Pada Maret 2010, Taiwan terguncang oleh gempa bumi berkekuatan 6,4 SR. Tidak ada laporan kematian dan hanya sedikit luka-luka, namun begitu banyak bangunan dan jembatan yang rusak serta Tainan Science Park (Pemasok utama chip memori komputer dan LCD televisi serta monitor global) terpaksa harus tutup untuk beberapa hari.

“Jika gempa bumi besar mengguncang area San Francisco California, ini bisa jadi berpotensi mengakhiri pemasokan chip dari beberapa produsen Silicon Valley untuk beberapa bulan,” kata Peter Sammonds, ahli geofisika di University College London.

Di kasus ini dampak bisa jadi menyangkut kepentingan global seperti pemasokan produk khusus seperti penggunaan peralatan rumah sakit dan bank, yang menyebabkan kelangkaan. Catatan yang tidak penting, adalah mungkin akan kehilangan sinyal smartphone sehingga tidak mampu mengakses Facebook dan Google untuk sementara.

Gunung Api .Periode aktivitas tinggi di massa lalu bisa menyebabkan munculnya monster seperti letusan Laki tahun 1783 di mana membunuh lebih dari setengah populasi ternak Irlandia dan menyebabkan kelaparan yang terjadi di seperempat populasi manusia.

Di seluruh Eropa, kabut tebal menghalangi manusia dan meningkatkan suhu udara hingga menyebabkan ribuan kematian. Selain itu juga menyebabkan kegagalan panen beras di Jepang dan melemahnya musim hujan di Afrika dan India akibat kejadian tersebut.

Peneliti memperkirakan bagian dari Canary Island merupakan kewajaran dari longsor utama. Jika ini terjadi, maka kejadian tersebut akan menyebabkan tsunami yang dapat mematahkan kabel bawah laut serta menggenangi pantai timur Amerika Serikat.

Lingkaran Metana. Pelepasam tiba-tiba dari satu gas hidro metana dari efek rumah kaca di bagian lautan bisa menyebabkan akselerasi dramatis pemanasan global yang pernah terjadi di masa lampau.

Sinar Kosmik. Kenaikan tiba-tiba di level sinar kosmik dari sistem tata surya yang bisa disebabkan dari ledakan matahari di sekitarnya, bisa memicu ‘zaman es’ yang kemungkinan menyebabkan kepunahan massal di kehidupan bumi. [ito]

Kalender Islam

Laman

Waktuku

Kalender-Ku


depan pusat pemerintah Malaysia Putra Jaya

di Bandara Hang Nadhim Batam

di Bandara Hang Nadhim Batam

Singapore

Singapore
di Kantin Madrasah Al-Irsyad Singapore

Sepupu Nanum

Sepupu Nanum

di Malaysia

di Malaysia

di Pelatihan ISO

di Pelatihan ISO

Sport News

Banner

About Me

Foto saya
Ingin senantiasa mampu mempertahankan amal soleh

Labels